Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Siaga Bencana’ Kategori

Tips menghadapi Gempa Bumi

Apa yang sring terjadi ketika gempa bumi terjadi ? Panik, ya panik karena seringkali kita merasa tidak siap menghadapi. Walaupun berita serta pernah membaca tips, tetap saja ketika terjadi gempa kita sering panik. Selain itu juga banyak tips ketika terjadi gempa bumi, namun jarang yang diawali dengan pemberitahuan pengetahuan tentang “anatomy” gempa itu sendiri.

Gempa dan goyangannya

Mengenal gelombang dan goyangan gempa dapat dilakukan dengan melihat alat rekaman gempa yang disebut seismogram. Dalam jarak yang pendek dengan gempa, goyangannya sangat besar sehingga sering melampaui skala (over scale), sedangkan dari jauh goyangan gempa ini justru akan lebih mudah diamati, walau getarannya hanya dirasakan alat sekalipun.

Dibawah ini adalah rekaman gelombang gempa sumatra yang direkam di Weston Amerika Serikat.

Rekaman gempa Sumatra 26 Desember 2004 

Rekaman ini memperlihatkan bagaimana getaran gempa Sumatra yang direkam ribuan kilometer lokasinya dari pusat gempa.  Terlihat bahwa getaran gelombang gempa terdiri atas beberapa gelombang yang saling menyusul. Gelombang yang saling menyusul ini memiliki kecepatan berbeda-beda, sehingga dalam jarak yang jauh akan memiliki jeda yang lebih panjang.

Di dekat episenter gelombang-gelombang ini selangnya sangat sedikit, sehingga terasa seolah-olah hanya satu gelombang saja. Dengan demikian gelombang Primer, sekunder, serta gelombang permukaan ini terasa hingga lebih dari 20-30 detik menit. Di Jogja gempa pada tanggal 26 May 2006 lalu terasa lebih dari satu menit.

Gempa susulan di Aceh terjadi beberapa menit hingga beberapa hari bahkan beberapa minggu setelahnya. Namun gempa di Padang terjadi sampai beberapa hari berikutnya.

Selalu mendadak.

Gempa merupakan peristiwa bergoyangnya bumi. Penyebabnya bisa macam-macam, ada gempa tektonik, ada gempa volkanik, ada gempa buatan, dan yang lain. Salah satu ciri khusus dari peristiwa gempa adalah :

  • Terjadinya selalu mendadak dan tidak disangka-sangka lama waktunya.
    Karena mendadak maka harus disadari posisi serta situasi daerah sekitar kita. Ketika berada di gedung dan di luar gedung, atauun dalam kendaraan yang bergerak maka cara dan prosedur penyelamatannya akan berbeda.
  • Besarnya tidak diketahui pada saat terjadinya.
    Pada saat sepuluh detik pertama kita tidak akan pernah tahu seberapa besar gempa ini akan terjadi. Kitatidak tahu apakah hanya selama 20 detik atau paling lama hanya 3 menit. Yang perlu diperhatikan adalah apakah yang dapat kita lakukan dalam menit-menit pertama dari tempat kita berada saat itu.
  • Gempa kuat akan diikuti oleh gempa susulan yang lebih lemah.
    Tetapi pada saat terjadi kita sekali-lagi tidak tahu kapan susulannya terjadi. Selang dari satu goyangan ke goyangan berikutnya bisa 10 menit hingga 30 menit atau beberapa jam setelahnya.
  • Gempa besar diikuti oleh bencana-bencana ikutan.
    Bencana ikutan gempa termasuk diantaranya tsunami kalau terjadi di laut, juga tanah longsor, bahkan bisa juga banjir kalau merusak dam seperti yang terjadi di China.

Dengan menyadari empat hal diatas, maka tips penyelamatan diri harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dimana kita berada.

Tindakan saat terjadi gempa bumi

Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini petunjuk singkat yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada. Namun secara mudah karena kita tidak akan tahu bakalan sebesar mana gempanya, maka penyelamatan pertama adalah menghindarkan diri dari kejatuhan benda.

Di luar rumah (jalan).

Sekali lagi satu yang terpenting dan harus diingat adalah menghindari barang yang berjatuhan. Jauhi gedung tinggi, karena sering kaca akan pecah berhamburan yang berbahaya bagi yang berada dekat dinding gedung tinggi. Lindungi kepala dengan tas atau barang apa saja, termasuk dengan kedua tangan.

Biasanya goyangan hanya beberapa saat gempa. Namun harus dingat kemungkinan akan ada gempa susulan. Jedanya bisa cukup lama untuk mencari tempat yang lebih aman.

Di dalam rumah (lantai 1).

Ketika awal goyangan terjadi usaha pertama adalah menghindari kejatuhan benda. Cobalah bersembunyi di kolong meja atau kolong tempat tidur. Apabila dekat dengan pintu, usahakan keluar rumah sambil memperhatikan kalau saja ada benda jatuh dari atas.  Apabila sedang di dapur menyalakan kompor, matikan apinya segera.

Ketika goyangan utama reda (seringkali kurang dari 2 menit), usahakan keluar rumah, terutama apabila sebelumnya tidak sempat lari. Dan mencari tempat aman dari rubuhnya tembok rumah yang mungkin sudah rapuh.

Di Mall, perkantoran atau tempat umum.

Kepanikan sering mencederai atau bahkan berbahaya karena jatuh terinjak. Usahakan jangan panik, atau apabila mungkin ikut menenangkan orang-orang sekitar. Tetapi tetap harus teringat untuk menghindari dari kejatuhan barang dari atas. terutama dari pecahan kaca.

Setelah terhindar dari gempa utama, ikuti petunjuk petugas. Banyak gedung-gedung serta mall-mall di Indonesia yang sudah melatih petugas dalam kondisi bahaya. Apabila akan evakuasi maka proses evakuasi akan diatur oleh mereka. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari penggunaan lift, konstruksi yang rusak dapat menjadikan lift tersangkut.

Didalam kendaraan atau kereta api.

Apabila anda sedang mengendarai kendaraan termasuk sepeda motor dan tahu atau merasakan sedang gempa, usahakan menepi  menjauhi jembatan, tebing curam dan berhenti. Namun seringkali pengendara tidak merasakannya karena goyangan gempa sering lebih kecil ketimbang goyangan kendaraan. Jalan yang bergoyang tentunya sangat membahayakan kendaran yang sedang melaju.

Setelah goyangan selsesai carilah informasi dari radio atau coba menghubungi rekan lain. Apabila dalam kendaraan umum usahakan tidak membuat panik dan ikuti petunjuk petugas.

Sedang di gunung atau perbukitan.

Mungkin saja anda sedang pergi keluar kota ketika gempa. Ketika merasakan goyangan gempa hindari tebing yang curam. Carilah tempat yang datar (landai).

Carilah informasi di radio atau hubungi rekan anda setelah goyangan mulai reda.

Di Pantai.

Saat terasa goyangan larilah ke tempat tinggi yang landai. Ini untuk menghindarkan diri dari kejatuhan dan adanya longsoran. Yang paling sering ditakuti ketika di pantai justru tsunami yang terpicu oleh gempa. Tetapi pada saat kejadian gempabumi itu kita tidak tahu bakalan ada tsunami atau tidak.

Mencari informasi lewat radio atau televisi akan membantu anda mengerti dimana dan seberapa besar gempanya. Kalau ada tsunami seringkali terjadi setelah selang waktu 20 menit hingga satu jam. Usahakan memonitor lewat radio sambil berjaga-jaga kalau saja ada amaran tsunami (tsunami warning). Carilah tempat yang tinggi.

Menanti gempa susulan terjadi.

Masa kritis dalam peristiwa gempabumi diatas terjadi hanya beberapa menit saja. Namun didaerah pemukiman padat, goyangan gempa susulan seringkali justru lebih membahayakan karena konstruksi bangunan sudah rapuh terkoyak oleh gempa utama. Sehingga ketika melakukan evakuasi atau pertolongan harus mengingat kondisi bangunan sekitarnya.

Apabila anda tidak menguasai teknik pertolongan, usahakan berada ditempat yang aman. Hindari bangunan tinggi termasuk pagar dan tembok yang rapuh.

Bencana ikutan akibat gempa.

Tsunami.

Merupakan bencana ikutan yang salah satu penyebabnya adalah akibat gempa yang terjadi di laut. Berbeda dengan gempa yang hanya mempengaruhi daerah sekitar pusat gempa, tsunami ini dapat menjangkau tempat yang jauh dan melintasi laut yang luas.

Tsunami datangnya 30 menit hingga beberapa jam setelah gempa. Dengan demikian masih ada waktu untuk menghindar. Namun di pantai tidak mudah untuk mendeteksi apakah akan ada tsunami ataupun tidak. Salah satu yang terpenting adalah mencari informsi di televisi radio atau bahkan sms. Tunggu hingga ada berita pencabutan amaran tsunami dari pihak yang berwenang (BMKG-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika).

Longsoran

Seringkali tanah yang rapuh serta bukit dan tebing terjal mengalami longsoran akibat gempa. Walaupun tidak terjadi pada saat yang sama. Namun hujan yang seringkali terjadi selepas gempa menjadikan tebing curam menjadi sangat tidak stabil.

Untuk itu perlu juga menghindari tebing curam setelah gempa. Carilah tempat yang landai sebagai tempat berlindung sementara.

Read Full Post »

Tips Menghadapi Longsor

Ciri Daerah Rawan Longsor
1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan

Upaya mengurangi tanah longsor
1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama

Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor

1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.

 

sumber : Tim Bakornas – 2005-01-03

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.