Bharega Peringati Hari AIDS Sedunia

aids-rezize.jpg 1 Desember senantiasa diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS) yang merupakan hasil kesepakatan pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia untuk membahas Program Pencegahan HIV dan AIDS tahun 1988. Sejak saat itu, HAS diperingati setiap tahun diseluruh dunia.

PMR SMUN1 Purbalingga yang lebih nge-trend disebut dg BHAREGA ikut berpartispasi dalam memperingati HAS. Sebuah Aksi simpatik menjadi pilihan untuk mensosialisasikan betapa bahayanya penyakit tersebut. Dengan mengambil titik padat disekitar alun-alun kabupaten Purbalingga, di gelarlah aksi tersebut dengan diikuti ratusan anggota PMR (Bhareganizt) sembari membagi-bagi brosur kepada masyarakat. Aksi tersebut di akhiri dengan penggalangan tanda tangan masyarakat Purbalingga untuk berkomitmen menyatakan perang dengan AIDS.

Berdasarkan informasi dari Departemen Kesehatan bahwa Kasus HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es.  Jumlah pengidap HIV dan AIDS yang dilaporkan jumlahnya lebih sedikit dibanding kondisi yang sebenarnya. Menurut estimasi Departemen Kesehatan tahun 2006 terdapat jumlah orang yang tertular HIV di Indonesia berkisar antara  69.000-216.000 orang, dimana 46% dari jumlah tersebut adalah Penasun atau Injecting Drugs User (IDU).  Sementara itu jumlah estimasi Penasun antara 190.000-247.000 orang.  Dari hasil estimasi pada sekitar 96.000 orang narapidana diseluruh Indonesia, sekitar 4.300-6000 diantaranya tertular HIV.Sementara itu estimasi terhadap wanita penjaja seks sebanyak 180.000-265.000 yang ada di Indonesia sebanyak 8.200-9.640 telah terinfeksi HIV. Padahal pelanggan wanita penjaja seks ini sekitar 2,5-3,8 juta orang hanya sekitar 15% yang menggunakan kondom.  Tidak heran bila sebanyak 25-31 ribu pelanggan tersebut terinfeksi HIV. Kelompok inilah yang menjadi “bridging population” yang  membawa virus ke pasangannya dan ke anaknya.
Menkes menambahkan bahwa kondisi tersebut diatas menjadi potensi terjadinya ledakan epidemi HIV dan AIDS yang akan merupakan ancaman besar tidak hanya bagi kesehatan masyarakat tapi juga bagi seluruh sektor sosial dan ekonomi.  Ini berarti ancaman yang besar bagi keberhasilan pembangunan yang sudah kita capai selama ini.
Keprihatinan ini menjadi lebih mendalam karena angka-angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 90% mereka yang bermasalah ini berusia sangat muda atau paling tidak dalam usia produktif. Dengan demikian kemungkinan terjadinya penurunan daya saing dalam SDM yang produktif dan berkualitas, apabila kita tidak secara serius menangani upaya pengendalian HIV dan AIDS ini secara bersama-sama.
Di Indonesia, pada tahun 2010 diproyeksikan sebanyak 500.000 orang terinfeksi HIV.  Angka ini terus meningkat menjadi satu juta orang bila intervensi yang dilakukan tidak signifikan. Ekskalasi upaya penanggulangan harus dilakukan secara terfokus, komprehensif dan berkesinambungan. Seluruh pihak harus saling bahu membahu untuk menekan laju ini dengan mencapai :
– Sebanyak 80% Penasun pada program komprehensif pada tahun 2010
– Sebanyak 50% orang terlibat dalam program 100% penggunaan kondom pada setiap hubungan seks berisiko.
– Sedikitnya satu rumah sakit di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia mampu memberikan pelayanan dan pengobatan ARV pada tahun 2008 serta 50% Puskesmas mampu memberikan layanan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berbasis masyarakat.

Menteri Kesehatan selaku Wakil Ketua KPA dan Koordinator Peringatan HAS 2006 mengajak seluruh pihak untuk
berkontribusi dan bertindak dalam pengendalian HIV dan AIDS, dengan cara :
– Berbicara tentang HIV dan AIDS kepada keluarga dekat dan teman
– Berpartisipasi dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS mulai dari diri sendiri dan mengajak orang – orang terdekatnya.
– Memberikan dukungan bagi keluarga atau teman yang terinfeksi HIV.
– Membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani Voluntary Counseling Testing (VCT)

– Membantu meningkatkan kesadaran ODHA untuk menjalani perawatan dan pengobatan ODHA baik dirumah sakit, puskesmas maupun fasilitas berbasis masyarakat lainnya.
– Secara bersama- sama seluruh komponen masyarakat bergerak untuk mencegah semakin meluasnya penularan HIV

Semoga acara simpatik dari PMR SMAN1 Purbalingga bisa menjadi pelopor bagi organisasi lainnya, untuk terus mengkampanyekan perang melawan HIV AIDS yang berbahaya bagi kesalamatan umat manusai. Tentunya dengan jalan memahami seperti apa HIV AIDS dan bagaimana cara penularannya, sehingga bisa terhindar dari tindakan-tindakan yang bisa menjerumuskan ke dalamnya. Berpegang teguh pada nilai-nilai agama adalah kunci dari terhindar dari penyakit tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s