Siapa dan Apa BPW ?

bpwBPW adalah sebuah gagasan yang muncul pada tahun 1997 pada saat melihat antusiasme para Alumnus yang sering saling berkomunikasi dan menanyakan kabar Bharega-nya, kemudian berkumpul di sekolah pada acara-acara PMR dan puncaknya adalah ketika diadakan kegiatan Satu Dasa Warsa ( 10 tahun ) Bharega, yang puncaknya diadakan di Hotel Kencana Purbalingga pada tanggal 21 Desember 2001, dimana BPW bergabung dengan Bharega menjadikan acara itu sangat berkesan dan diberi apresiasi yang sangat tinggi oleh para guru dan Kepala Sekolah karena para Alumnus PMR saat itu begitu luar biasa memberikan banyak sekali hal baru dan inspirasi bagi sekolah yang saat itu di pimpin Bpk. Ahlan Sutarto, B.A.

BPW niatnya merupakan kumpulan anak-anak Alumnus/eks Bharega baik yang masih kuliah, sudah bekerja atau yang sudah masuk ke masyarakat yang ingin terus berkomunikasi dengan teman-teman seperjuangannya di masa-masa SMA saat di Ekskul PMR SMA N 1 Purbalingga.

Tujuan awal BPW ada adalah untuk menyambung silaturahmi diantara eks Bharega, untuk menjadikan BPW sebagai Rumah Besar & tempat kembali eks Bharega seluruh generasi ketika ingin mengembalikan ingatan cerita-cerita lucu dan berkesannya dan sekaligus sebagai wadah yang akan mendorong Bharega untuk senantiasa maju dan berkembang dalam koridor kegiatan kepalangmerahan di SMA N 1 Purbalingga dengan pemikiran-pemikiran majunya dan merupakan Keluarga Besar yang tetap akan selalu bersilaturahmi sampai kapanpun.

Namun, yang selalu perlu ditekankan adalah bahwa BPW tetaplah sebuah perkumpulan ikatan emosional Romantic History yang ada di masyarakat, bukan lagi bagian dari SMA N 1 Purbalingga sebagai institusi. BPW bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa di SMA N 1 Purbalingga. BPW tetaplah orang luar, tidak punya hubungan Hierarkis apapun dengan SMA N 1 Purbalingga, Tidak punya Garis Koordinasi dari sisi apapun dengan Bharega sebagai ekstrakurikuler resmi, apalagi Garis Komando dengan Bharega atau SMA N 1 Purbalingga.

BPW layaknya para Purnawirawan TNI/Polri, yang selalu kompak berkumpul dan berkomunikasi namun tetap tidak bisa masuk mempengaruhi keputusan institusi TNI/Polri karena memang mekanisme organisasi sudah ada prosedur dan ketetapannya, BPW layaknya para pensiunan pegawai negeri, yang pada even-even tertentu berkumpul berbagai cerita masa kejayaannya, namun realitas saat ini, mereka sudah lagi orang luar yang tidak bisa lagi mempengaruhi apalagi mengatur instansi asall mereka pensiun. Para purnawirawan dan pensiunan pegawai negeri telah mempunyai tempat yang terhormat di lingkungan asalnya dulu. Ia seharusnya adalah guru bagi organisasinya, ia seharusnya adalah orang bijak bagi organisasinya, yang bisa memberi kesejukan, kedewasaan dan keindahan berkeluarga besar di institusinya antara para purna wirawan/pensiunan dengan para yuniornya.

Lalu, siapa yang akan terus mengawasi jalannya organisasi ?? secara internal. Institusi induklah yang akan mengawasi jalannya organisasinya, Bharega adalah Ekskul sekolah maka SMA N 1 Purbalingga lah sebagai Penjaga Gawangnya.
Ketika ada Insitusi/organisasi Eksternal/luar SMA N 1 Purbalingga yang bisa masuk secara langsung ke PMR SMA N 1 Purbalingga sebagai garis koordinasi, hanyalah PMI Kab Purbalingga. Ketika ada personal yang bisa masuk untuk mengkoordinasi dan mengarahkan kegiatan, hanyalah Fasilitator/Instruktur PMI Kab Purbalingga dan atau PMI Provinsi Jawa Tengah atau orang2 non PMI yang mempunyai kegiatan serupa yang bersinergi dan berada dibawah pengawasan sekolah dan atau PMI.

Layaknya Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Purbalingga atau Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Jawa Tengah masuk melakukan kontrol dan mengendalikan kegiatan Ambalan (Pramuka) se Purbalingga termasuk Ambalan Ganesha agar tetap dalam ketentuan pembinaan yang berlaku.. Karena, mereka lah yang mempunyai kompetensi & wewenang untuk membuat arah gerak organisasi dibawah koordinasinya menjadi benar sesuai dengan kebijakan daerah dan ketentuan secara nasional. Dan dibenarkan dalam ketentuan organisasi masing-masing. Dan tentunya Dinas Pendidikan sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam dunia pendidikan, dimana Bharega ada dan menjadi bagian institusi pendidikan SMA N 1 Purbalingga merupakan Institusi yang termasuk di dalamnya.

Jadi, jika ada teman-teman BPW yang merasa bisa memberi warna bagi Bharega, warnailah sesuai dengan jati diri Bharega sebagai organisasi remaja/ekstrakurikuler Kepalangmerahan, bukan yang lain. Tetap menjadi pemberi dukungan atas aktivitas ke-Bharega-annya yang tentu saja dalam koridor Palang Merah Remaja.dan itulah yang selalu penulis ingat, sebagai bagian dari keluarga besar BPW.

Bukan karena merasa telah menjadi BPW lalu menjadi super ordinat Bharega, menjadi seniornya Bharega dalam urusan-urusan Internal Bharega, seolah Bharega adalah sub ordinat BPW. Bharega sebagai PMR Unit sekolah telah mempunyai program kerja yang jelas, jadwal yang jelas dan terintegrasi dengan banyak kegiatan lain di SMA N 1 Purbalingga dan kesesuaian materi dengan kurikulum PP PMI.

BPW pada akhirnya bisa melakukan banyak kegiatan non PMR sendiri, ketika itu sudah masuk ke tataran BPW yang memang sudah Heterogen dan multi profesi. Dengan ekspektasi tinggi, agar kegiatan-kegiatan tersebut nantinya mampu memberikan kita tetap bersilaturahmi meniti hari-hari panjang ke depan dalam suasana persaudaraan yang tak terputus.
Bukan sedang mencontek, tapi sekedar deskripsi, ada contoh bagaimana para peserta sebuah kegiatan di masa-masa sekolah mampu bertahan dan mempertahankan keharmonisan dan rasa emosionalnya sampai waktu yang tidak terbatasi. Jika kita semua ingat dan pernah dengar perkumpulan Hizbul Wathon (HW) yang merupakan kegiatan kepanduan (kini Pramuka) di Perguruan Muhammadiyah, yang Masya Alloh sampai hari ini masih begitu bersemangat berkumpul, melepas kejenuhan rutinitas harian dalam suasana yang begitu hangat dan menentramkan siapapun yang bergabung. Sudah sangat sepuh para beliau, namun cerita-cerita kebanggaan dan kenangan kegiatan masa itu begitu membekas bagi mereka dan itu ada di Purbalingga, sangat dekat dengan kehidupan kita. Dan para beliau itu yang sering diminta masukan, arahan dan pengalamannya oleh para Hizbul Wathon(HW) muda bahkan para Pramuka yang notabene non HW.

Belum lagi kumpulan-kumpulan mantan pegiat sekolah di Yayasan Pangudi Luhur, Van Lith, SMA Al-Azhar Jakarta, Yayasan Pesantren Krapyak Yogya, SMA Stella Duce dan lainnya. Sangat menyentuh,menyaksikan mereka kembali berkumpul dan berbagi cerita. Seperti beberapa waktu lalu ketika para Ex anggota Marching Band SMA Marsudirini Jakarta mengadakan pentas kembali di usia mereka yang sudah diatas 40 th – 65 th.

Ayo, dukunglah dan majukan Bharega dengan aktivitas ke PMR an yang masif dan berkualitas. Berikanlah kebanggaan kepada Bharega atas para BPW nya yang berdedikasi demi Bharega dengan kegiatan ke-Bharega-annya.
Jangan sampai menghilangkan jati diri Bharega sebagai PMR dari Ekskul yang Humanis menjadi Ekskul yang Hedonis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s