“09” Our Lucky Number

Korp Khusus angkatan 09

Inilah kami
Kami yang ditempa, dididik, dan dilantik bersama
Inilah kami
satu kesatuan, satu kebersamaan, satu keluarga
komunitas kecil ditengah kehangatan keluarga BHAREGA 18
Inilah kami
yang mencoba merangkak walau merayap, mencoba melangkah walau tertatih, dan mencoba berlari wlau nafas tersengal
kami yang selalu larut dalam canda, dan tenggelam dalam tawa

dengan semboyan ceria kami
KS 09 Pikkie Pikkie

mungkin, kami memang bukan yang terbaik
tapi kami ingin mempersembahkan yang terbaik
walau harus menantang waktu dan harus bergulat dengan situasi dan kondisi
membagi diri dan menyisakan ruangan untuk pembuktian ini

Dan sampailah kita pada waktu yang dinanti
waktu yang ditunggu dengan proses yang tidak mudah
berusaha menunjukkan progres yang tergores perlahan tapi pasti
membangun kebersamaan dan keceriaan ditengah ketegangan dan kegalauan yang kami rasakan

Kami berangkat menuju medan perang
Seribu malaikat turut menemani kami, dengan doa yang mereka panjatkan
mereka turut menyemangati kami, walau hanya dengan kata kata
tahukah mereka?
bagi kami, itu amat sangat berarti
setidaknya kami merasa mereka peduli

Pertempuran dimulai
kami berusaha selalu positive thingking dan positive feeling
09 angka itu sekarang melekat di dada kami, nomer undi untuk tim kami.

Pertama
Mungkin, dengan persiapan apa adanya dan adanya apa kami memulai stage 1, disini kami berusaha untuk tidak game over sebelum waktunya, dan berusaha untuk menaikkan level,, tapi mungkin Allah belum berkehendak menjatuhkan bintangnya. kami diberi yang terbaik. Setidaknya kami tidak jatuh ke lembah minus.

Kedua
mungkin ini yang paling sulit untuk kami lewati. Sesuatu yang tidak terprediksi membentuk lobang menganga yang siap menjatuhkan kami. Okelah kami akui, kami memang terperosok, tapi kami tidak sampai jatuh tersungkur dan berguling-guling. Walau mungkin terperosok itu membuat kami sedikit terkilir hatinya.. “Sedikit lagi..” itu yang ada dalam pikiran kami.

Ketiga
Mungkin ini harapan kami selanjutnya, stage ini kami jalani apa adanya, mungkin bisa dibilang kami ndadak dalam berekspresi disana. Satu lagi yang meleset dari bayangan kami.

>>>aku ingin menunjukkan sesuatu yang aku tulis ketika berada di ruang isolasi (curcol)
sombongkah kami?
Awalnya kami pikir kami bisa
awalnya kami pikir kami juara
Sombongkah kami?
mengharap sebuah kemenangan
mengucap sejuta kesenangan
berdoa dengan membusungkan dada
hanya dengan satu asa, kami ingin piala
sombongkah kami?
pada kenyataannya kami kosong
mungkin, ini kami yang tiada daya
mungkin, ini kami yang sesungguhnya
mengharap sesuatu tanpa usaha maksimal meraihnya
mungkin, inilah kami
yang mengecewakan mereka-mereka yg mengharap oleh-oleh sebuah kemenangan
Inilah yang kami usahakan
dan inilah yang kami raih
mungkin tak ada bintang pertama dari 9 bintang yang berpendar
tapi kami masih berharap
berharap keajaiban mendatangi kami
berharap ada bintang jatuh ke pangkuan kami
hanya untuk melihat senyum mereka
hanya tak ingin membuat mereka kecewa
sungguh, jika aku dianggap orang paling bodoh disinipun aku tak peduli
aku hanya tak ingin mengecewakan mereka
>>>>>>>> maafkan kami kawan, jika kami mengecewakan kalian<<<<<<<<<

Itulah yang pertama kali terbesit dibenakku
hingga kepulangan kami awalnya terasa hampa
kesunyian menyelimuti tidur kami yang lelah

Hingga aku menemukan sesuatu
sesuatu membuatku jauh merasa beruntung
sesuatu yang membuatku bersyukur
KELUARGA
dengan cara kami, kami berusaha mengusir kegundahan itu
mungkin dengan membiarkan diri kami tenggelam dalam tawa yang tiada henti
berusaha merasakan kehangatan dan kedekatan
kami ini keluarga
susah ditanggung bersama
senang dibagi rata
mungkin itu yang membuatku betah berada di dekat kalian
mungkin itu pula yang membuatku bisa menunjukkan siapa aku yang sesungguhnya didepan kalian tanpa malu aku tunjukkan dan tak aku sembunyikan lagi

Sedikit demi sedikit..
Kami ikhlas..
Kami mencoba berbesar hati..
Kami terima kekalahan kami..
Kami syukuri semua, dan menganggap semua adalah yang terbaik..

DAN 4 ITU TIDAK BURUK kawan!!
setidaknya kami bisa membuktikan kami cukup kompetitif
walau kami berfikir “sedikit lagi”
tapi kami sudah dekat..
mungkin selangkah lagi
dan itu tidak buruk untuk ukuran kompetisi dengan 40 lebih pesaing..
setidaknya kami masih bisa menegakkan muka tanpa berpaling
Kami sudah cukup fight

Dan mungkin ini yang bisa aku katakan untuk kalian
“HEBAT KAWAN!!”

Kami pulang dengan tawa yang kami ciptakan sendiri (bakat dagelan ndean.. hehe)
Mungkin itu obat hati yang paling mujarab

AKU SENANG BERSAMA KALIAN..
AKU BANGGA PUNYA KALIAN..

JANGAN BERKECIL HATI, KARENA KALIAN PUNYA HAL YANG LEBIH BESAR..
DI DUNIA INI HANYA ADA SIANG DAN MALAM (kata P Agung)

INILAH KAMI, PAHLAWAN DALAM HATI

>>>THERE’S A HERO IF YOU LOOK INSIDE YOUR HEART<<<

by Hera Amalia Utami on Monday, August 2, 2010 at 9:27pm

One thought on ““09” Our Lucky Number

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s