SAR AIR

Mari kita intip kegiatan Bharega yang satu ini. Kalau beberapa bulan yang lalu kita sudah mengikuti kegiatan saver access atau kegiatan rapling yang cukup menegangkan. Maka kali ini kita juga bermain atau belajar dari hal yang tak kalah menegangkan juga yaitu melalui kegiatan SAR AIR. Dari namanya saja kita sudah tau kan pasti kegiatan ini tidak jauh-jauh dari air, ya benar saja karena memang kegiatan sar air merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan menambah keterampilan bareghanis dalam melakukan pertolongan pertama dalam lingkungan air. Jadi diharapkan nantinya para bhareganis dapat melakukan pertolongan pertama di berbagai medan tidak hanya di darat, tetapi juga di dataran tinggi dan juga air pastinya.

Kegiatan yang diketuai oleh Akbar Tri Fajar Widodo ini dilaksanakan pada15 April 212 di sebuah danau yang terletak di Bumi Perkemahan Munjulluhur Kutasari. Sebelum berangkat menuju danau, para bhareganis diberikan perbekalan terlebih dahulu seperti teknik-teknik dalam mengemudikan perahu karet, jadi tak perlu takut lagi untukk urusan keamanannya. Selain itu kegiatan ini juga berada dalam pengawasan pembina serta pendamping-pendamping yang berpengalaman dalam hal ini dan dilengkapi perlengkapan keamanan. Nah untuk berangkatnya para bhareganis ini memanfaatkan angkot bernomor sembilan jurusan Kutasari, jadi rame-rame tuh kaya iring-iringan pejabat *loh?

Sesampainya di kawasan danau, langsung saja panitia bergerak cepat dengan mempersiapkan tempat dan perlengkapan yang dibutuhkan seperti perahu karet, dayung, pelampung, helm dan lain-lain. Sedangkan bhareganis yang lain mengikuti pemanasan yang dipimpin oleh Viandika,  pemanasan ini bertujuan untuk meregangkan otot tubuh jadi nantinya bisa terhindar dari cidera saat melakukan kegiatan di air. Nah setelah melakukan pemanasan, langsung saja regu pertama melakukan tugasnya. Tekniknya itu ada seorang yang berperan sebagai korban, korban ini ditempatkan di ujung danau, sedangkan perahu berangkat dari ujung yang lain jadi penolong harus mendayung dan mengarahkan perahunya menuju korban. Setelah sampai pada lokasi, proses evakuasi pun harus segera dilakukan dengan menaikkan korban ke atas perahu. Proses ini terus dilakukan hingga seluruh bhareganis mencobanya, jadi tak ada satupun yang melewatkan kesempatan ini.

Setelah berhasil menyelesaikan seluruh kegiatan, acara selanjutnya adalah ishoma. Nah sekitar pukul 13.00 WIB para bhareganis kembali ke sekolah. Meskipun cuaca kurang mendukung alias gerimis, tetapi saya yakin para bhareganis pulang dengan pengalaman dan pengatahuan baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s