Unbeatable girl from Bharega 14

aaa

Iring-iringan gemuruh petir yang membahana di sela-sela derasnya hujan sepertinya tak menyurutkan semangat perempuan berpakaian hijau cerah untuk memenuhi janjinya kepada kami, untuk bercerita tentang usahanya yang telah menembus pasar Malaysia dan Brunei.

Siapa sangka ketertarikan pada sulam pita sewaktu indekos telah menyulap perempuan ini menjadi pengusaha kerudung yang sukses. Setidaknya Ramadhan kemarin omzet 11 juta masuk ke sakunya. Ia adalah mba Desi, bharega angkatan 14 yang juga  komandan Korps Khusus (dansus) angkatan 5, sang unbeatable girl yang sukses menjadi pengusaha. Dan inilah kisahnya.

Berawal di kota Yogyakarta, ia mulai tertarik mengikuti pelatihan sulam pita. Setelah skripsi, keahliannya itu ia kembangkan dan hasil handmadenya itu dijual pada teman-teman dekat. Pada bulan September 2011, salah satu teman kuliahnya yang asli Kalimantan memesan handmade sulam pita lumayan banyak pada Mba Desi. Karena merasa kerepotan, ia mengajak Ani, teman sejak SD, untuk membantunya.

Bersama Ani pulalah, ia melatih ibu-ibu di Brobot, Tumenggal, Kaligondang, Kalikajar, Purbalingga Kidul, serta Pengadegan. Dari melatih tersebut Mba Desi merekrut ibu-ibu yang sudah mahir sebagai karyawannya. Dari karyawan yang berjumlah 11 orang pada bulan Juni, kini awal bulan Desember karyawannya bertambah menjadi 15 orang.

Mba Desi resmi menamai usahanya dengan label “DoReMi” sejak bulan Juli. Mba Desi pun cukup kreatif, ia memasarkan usahanya secara online dan juga melalui anggota-anggota BPW. Berawal dari sulam pita, kini mba Desi merambah ke handmade sulam flanel. Peminat handmade sulam pitanya kebanyakan dari instansi-instansi pemerintah dan guru-guru, sedang sulam flannel kebanyakan dari kalangan anak muda.

Ia membayar karyawannya dengan sistem bagi hasil. Hal tersebut dilakukannya agar ia dan karyawannya sama-sama untung. Ia juga memberikan 10% hasilnya kepada BPW (Bharega Purna Wisesa).

Menurut mba Desi, kiat suksesnya adalah “beranimencoba”. “Sukses itu tergantung di ukur darimana, tapi menurutku dari kenyamanan hidup.” katanya. Ia pun member pesan kepada kaum muda seperti kami anggota bharega, “sukses di diri sendiri pakai patokan diri sendiri, jangan ikut-ikut orang lain.” Katanya dengan percaya diri. Dan satu lagi, silaturahmi dengan banyak orang akan mendatangkan kesuksesan.

Yeaah the great statement !!

By:denislayla

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s